Ad Network dan Targeting

Diposting pada
Sebuah iklan yang hebat adalah iklan yang bisa muncul dihadapan orang yang tepat dan disaat yang tepat pula. Contoh: Iklan susu bayi yang muncul dihadapan orang yang yang ingin membeli susu bayi dan dia tidak punya preferensi merk tertentu pada saat itu. Ketika hal ini terjadi kemungkinan untuk terjadinya transaksi pembelian akan sangat tinggi.

Apabila ada teknologi yang bisa mendeteksi dan mengidentifikasi orang orang seperti ilustrasi diatas, pasti pengembangnya akan kewalahan menerima order dari para advertiser, karena teknologi tersebut bisa membantu para advertiser menyampaikan iklannya kepada orang yang tepat. Pendekatan inilah yang disebut teknik TARGETING. Sehingga iklan yang muncul relevan dengan kebutuhan orang yang melihatnya.

Teknik targeting digunakan oleh perusahaan Ad Network untuk membantu para advertiser menyampaikan banner iklan sebuah campaign kepada audien yang mereka inginkan, mereka menggunakan keunggulan teknologi digital mereka, untuk bisa merealisasikan tujuan tujuan dari campaign yang dilakukan. Para advertiser tidak perlu lagi menggunakan pendekatan machine gun untuk membidik target audiennya, yaitu menghamburkan peluru tanpa tahu sesungguhnya kepada siapa peluru itu ditujukan, dalam hal ini peluru tersebutlah iklan anda. Yang harus para advertiser perhatikan adalah karena harga peluru yang digunakan mahal. Dari sini kita bisa menganalogikan bahwa teknologi targeting adalah kemampuan membidik dengan gaya sniper. Iklan yang tepat untuk orang yang tepat.

Beberapa teknik targeting yang mampu dilakukan oleh Ad Network adalah seperti berikut:

1. Targeting berdasarkan Kota
Banner iklan hanya muncul pada audiens yang mengakses dari kota kota tertentu yang kita targetkan.
Mengapa ini diperlukan?

Mari kita lihat contoh berikut :
Anda memasang banner berisi informasi mengenai event yang akan anda adakan di kota kota tertentu, misalkan, Jakarta, Bandung, Semarang dan Jogja. Anda tentu ingin iklan anda dilihat oleh audiens di kota tersebut. Anda tidak butuh banner iklan anda muncul di Balikpapan, Cilacap ataupun Merauke, karena memang bukan audiens dari kota tsb yang anda targetkan.

2. Targeting berdasarkan waktu
Banner iklan hanya muncul pada audien di jam jam yang anda tentukan.
Mengapa kita perlu mentargetkan iklan berdasarkan waktu?,

Mari kita lihat contoh berikut :

Anda memasang banner iklan produk untuk anak sekolah, maka jam tayang idealnya adalah antara jam 17.00 sampai jam 21.00, jam jam dimana anak sekolah punya waktu luang untuk browsing di internet dan kita juga menghindari jam jam dimana mereka sibuk di sekolah dan tidak mengakses internet.
Bisa jadi juga- penentuan jam tayang ini berdasarkan analisa dan pengalaman campaign anda sebelumnya, dimana CTR (click through rate) banyak terjadi di jam jam tertentu.

3. Targeting berdasarkan behavioral
Banner iklan muncul ke audien tertentu yang telah dianalisa berdasarkan perilaku browsing nya.
Teknik ini seperti mengendus kebutuhan orang, berdasarkan history perilakunya. Kalo orang yang sering main ke tempat bilyar bisa jadi dia cocok kita kasih iklan stik bilyar. Seseorang yang suka browsing ke website-website traveling, sangat besar kemungkinan dia akan tertarik bila kita tawarkan paket berlibur. Seorang profesional yang browsing website-website penjualan mobil, bisa jadi potensial konsumen kita apabila kita tawarkan produk yang berhubungan dengan mobil. Teknologi digital dari Adnetwork memungkinkan kita untuk melakukannya.
Contoh: Banner iklan perangkat games kita munculkan di hadapan audiens yang sering browsing di halaman games.

4. Targeting berdasarkan konteks
Banner iklan hanya muncul di halaman website yang berisi artikel yang relevan dengan isi banner iklan tersebut.
Contoh: Banner iklan produk handphone android kita munculkan di halaman web berisi artikel tentang handphone android, tentang smartphone dll

Selain menggunakan targeting upaya lain yang biasa dilakukan oleh ad network adalah,

1. Retargeting
Memunculkan kembali banner iklan kepada orang yang sama dikarenakan proses engagement yang diharapkan belum terselesaikan.
Contoh: audien melihat banner iklan sebuah produk, dia tertarik dan mengklik banner tersebut, setelah mempelajari dia kemudian masuk ke halaman berisi form pemesanan, dan mulai mengisinya. Namun karena suatu hal pengisian form tersebut tidak terselesaikan, maka dikesempatan lain banner yang sama akan dimunculkan lagi ke dia dengan tujuan untuk mengingatkan dan menyelesaikan proses pengisian form.

2. Capping
Teknik capping lebih merupakan teknik pembatasan, yaitu pembatasan frekwensi kemunculan banner iklan pada audien yang sama untuk menghindarkan kejenuhan, memberi peluang banner iklan lain yang mungkin lebih menarik buat si audien dan tidak membuang percuma jatah kemunculan iklan tersebut.

Penggunaan teknik teknik diatas penting dalam mensukseskan sebuah campaign, mereka membantu meningkatkan akurasi bidikan sebuah iklan terhadap audien yang diinginkan, semakin akurat kemampuan targeting kita, semakin besar pula peluang terjadinya engagement yang kita harapkan dan jangan lupa itu berarti semakin memperkecil iklan yang terbuang percuma, itulah salah satu kelebihan melakukan digital campaign di internet.

Comments are closed.