Bug Mematikan incar 500 Juta Server di Dunia

Diposting pada

Bug mematikan yang dijuluki Shellshock , ditemukan oleh Peneliti keamanan cyber asal Universitas Surrey di Inggris bernama Profesor Alan Woodward, ia mengklaim telah menemukan Bug berbahaya yang bisa merusak 500 juta server di seluruh dunia. Bug berbahaya ini ditemukan dalam suatu komponen software yang banyak digunakan dalam perangkat bersistem operasi Android, Linux, Mac OS, dan Microsoft.

Bila bug ini digunakan oleh peretas, kerugian yang akan ditimbulkan ialah dapat melakukan penyerangan dan pengambilan alih sistem operasi, mengakses informasi rahasia, membuat perubahan dan lain sebagainya, bahkan peneliti dari inggris ini menjelaskan bug Shellshock ini bisa mengendalikan perangkat  dari jarak jauh.

Sama halnya dengan Heartbleed, bulan April lalu bug yang satu ini telah ditemukan di 500 ribu server di seluruh dunia, termasuk server facebook, twitter dan yahoo, namun kali ini Shellshock lebih ganas dibanding Heartbleed, jelas “Alan Woodward.

Bagi para pengguna sistem operasi Linux Ubuntu, CentOS, RedHat dan debian disarankan agar segera meng-update perangkatnya guna menambal celah keamanan pada Bash yang bisa disusupi Shellshock bug.

Untuk sementara kehadiranya bug ini tidak begitu terasa, hal ini karena para peretas yang mengandalkan bug dalam kegiatan hacking-nya, cenderung malas untuk mencuri data dan hanya mengandalkan data yang ada. Namun bisa saja kehadiran bug ini tanda awal musibah  yang sangat beresiko besar di dunia cyber.